Kamis, 24 Juli 2008

History of Indonesian Flag

Bila kita melihat deretan bendera yang dikibarkan dari berpuluh-puluh bangsa di atas tiang, maka terlintas di hati kita bahwa masing-masing warna atau gambar yang terdapat di dalamnya mengandung arti, nilai, dan kepribadian sendiri-sendiri, sesuai dengan riwayat bangsa masing-masing. Demikian pula dengan bendera merah putih bagi Bangsa Indonesia. Warna merah dan putih mempunyai arti yang sangat dalam, sebab kedua warna tersebut tidak begitu saja dipilih dengan cuma–cuma, melainkan melalui proses sejarah yang begitu panjang dalam perkembangan Bangsa Indonesia.
1. Menurut sejarah, Bangsa Indonesia memasuki wilayah Nusantara ketika terjadi perpindahan orang-orang Austronesia sekitar 6000 tahun yang lalu datang ke Indonesia Timur dan Barat melalui tanah Semenanjung dan Philipina. Pada zaman itu manusia memiliki cara penghormatan atau pemujaan terhadap matahari dan bulan. Matahari dianggap sebagai lambang warna merah dan bulan sebagai lambang warna putih. Zaman itu disebut juga zaman Aditya Candra. Aditya berarti matahari dan Candra berarti bulan. Penghormatan dan pemujaan tidak saja di kawasan Nusantara, namun juga di seluruh Kepulauan Austronesia, di Samudra Hindia, dan Pasifik.

Baca Selengkapnya ...

Senin, 21 Juli 2008

Bangkitlah Indonesia Ku...


Indonesia ku..
63 tahun sudah Merdeka,
100 tahun hari kebangkitan mu,
Aku ingin selalu di dalam tubuhmu..
Selalu berada di tanganmu, di gengamanmu,di jari mu,
Untuk membela dan selalu memilikimu..

Biar saja ku tak sehebat matahari,

Tapi ku slalu mencoba tuk menghangatkanmu,
Biar saja ku tak setegar batu karang,
Tapi ku slalu mencoba tuk melindungimu,

Hingga batas darah penghabisan,
Hingga batas waktu terakhir,
ku akan slalu melindungi mu, menjagamu, mebelamu
Wahai Indonesia ku tercinta..

Baca Selengkapnya ...

Kamis, 03 Juli 2008

MAKNA BANGKIT


Bangkit itu susah.........
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senang

Bangkit itu Takut.........
Takut Korupsi
Takut makan yang bukan haknya

Bangkit itu Mencuri.......
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi

Bangkit itu Marah.........
Marah bila martabat bangsa dilecehkan

Bangkit itu malu..........
Malu menjadi benalu
Malu karena minta melulu

Bangkit itu Tidak ada.....
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa

Bangkit itu aku...........

aku untuk INDONESIAKU

Oleh : H.Dedy Mizwar

Baca Selengkapnya ...

Peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional Menyemangati Program Visit Indonesia Year 2008



Menteri Kebudayaan dan Pariwisata (Menbudpar) Jero Wacik menghadiri acara peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Museum Kebangkitan Nasional Jalan Abdul Rahman Saleh No.26 Jakarta Pusat. Museum ini dahulu adalah komplek pendidikan sekolah STOVIA (School Tot Opleiding Van Inlandsche Arsten) atau Sekolah Dokter Hindia. Di salah satu ruang belajar gedung STOVIA itu, pada Minggu pagi 20 Mei 1908 yang lalu, Dr. Soetomo melontarkan gagasan untuk membentuk perkumpulan Boedi Oetomo.
Perkumpulan politik yang terbuka bagi seluruh suku dan agama ini adalah cikal-bakal dari berpikirnya sebagai sebuah bangsa yang tidak terkotak-kotak.

Perkumpulan Boedi Oetomo telah menimbulkan kesadaran bahwa kebangkitan harus dari diri sendiri dan untuk bangkit perlu keberanian. "Semangat keberanian dan kesadaran untuk bangkit ini perlu kita teladani dan terapkan di semua sektor, termasuk sektor pariwisata. Oleh sebab itu saya hubungkan Visit Indonesia Year (VIY) 2008 dengan kebangkinan nasional Celebrating 100 Year of National Awakening," kata Menbudpar Jero Wacik dalam sambutannya pada peringatan 100 Tahun Kebangkitan Nasional di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta Selasa (20/5).

Dikatakan, kita harus menyadari bahwa kebangkitan pariwisata dimulai dari diri sendiri dan untuk itu perlu keberanian dengan semangat berpikir sebuah bangsa. "Program VIY bukan program Depbudpar, bukan program pemerintah, tetapi program seluruh bangsa," kata Menbudpar Jero Wacik.

Menbudpar menilai kebangkitan nasional adalah salah satu bentuk nasionalisme, yang harus selalu dikedepankan dan dikobarkan dengan berbagai cara dan bentuk. Menteri mengambil contoh antara lain, mengenal negeri dan mencintai negeri. Mengenal kebudayaan bangsa, mencintai kebudayaan bangsa. Mencitai karya anak bangsa sendiri, dan kebangkitan nasional sama dengan Indonesia bisa.

Pada kesempatan itu Menbudpar menghimbau agar masyarakat selalu menjauhkan berpikir negatif dan sifat menjelek-jelekan diri seniri. Kita harus selalu berpikir positif dan bangga terhadap bangsa sendiri, katanya.

Oleh (Pusformas)

Baca Selengkapnya ...

Sejarah Kebangkitan Nasional










Konon 350 tahun Indonesia dijajah Belanda, dan 100 tahun usia Kebangkitan Nasional Indonesia. Apakah secara matematis kita perlu 150 tahun lagi untuk “murni” merdeka dan mengimpaskannya?

Marilah bersama-sama membangkitkan para pemuda-pemudi untuk membela bangsa negara dari penjajahan modern di dalam muka bumi sekarang ini.

Baca Selengkapnya ...